Pengenalan Keluarga Besar dan Dunia Kampus

Usai doa pagi, siswa baru SMANAS didampingi guru serta pengurus OSIS dan MPK bersiap di aula. Dengan seragam putih-putih, mereka berjalan menuju tempat parkir. Para siswa tersebut dibagi, ada yang naik motor, naik bus, naik elf, dan naik angkot. Rabu (17/7) pagi dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari ketiga, mereka akan mengenal keluarga besar dan dunia kampus.

Tujuan pertama yang dikunjungi adalah kantor yayasan Perkumpulan Pengelola Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional (P2PUTN) di Jalan Tenes, Kota Malang. Rombongan SMANAS yang dipimpin langsung oleh Pak Rusdi menyampaikan maksud kunjungan kepada pengurus P2PUTN. “Kami MPLS hari ketiga, acaranya adalah pengenalan keluarga besar P2PUTN dan pengenalan kampus terbaik di Jawa Timur,” terang kepala SMANAS. Selain itu, beliau juga memohon izin karena pada Kamis (18/7), siswa baru SMANAS akan diajak napak tilas sejarah bangsa, yaitu ke Istana Gebang, Kota Blitar, tempat Soekarno digembleng semasa muda. “Semoga anak-anak memiliki jiwa yang kuat bahwa Indonesia lahir dari sebuah komitmen yang sangat tinggi untuk bersatu bersama bangsa,” ungkap kepala SMANAS yang sangat menyukai sepak bola itu.

Setelah menyampaikan maksud tersebut, acara dilanjutkan dengan menyanyikan Indonesia Raya dan Mars SMANAS. Jargon SMANAS “We are exiting partner” berkali-kali diteriakkan. Selain itu, kunjungan yang dilakukan SMANAS ini bertepatan dengan ulang tahun P2PUTN yang ke-68. Harapan kesuksesan berkali-kali diteriakkan oleh para siswa.

Secara spontan, seluruh orang yang hadir menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Bu Fikriatunnisa’ membawa kue ulang tahun menuju jajaran pengurus yayasan P2PUTN. Lagu Selamat Ulang Tahun Jambrud juga dinyanyikan. Setelah meniup dan motong kue, Pak Rusdi menyampaikan bahwa P2PUTN masih berjaya hingga sekarang juga karena keyakinan para pendirinya.

Pak Kartiko menyambut kunjungan dari SMANAS dengan positif. Menurut Pak Kartiko, usia 68 bagi P2PUTN merupakan usia yang matang karena sudah melewati berbagai generasi serta aral yang melintang. Kondisi negara dengan berbagai dinamika juga sudah dilalui. “Alhamdulillah dengan kondisi semacam itu, sampai sekarang kita masih bisa bertahan,” tutur ketua yayasan P2PUTN itu.

“Endurance, sekali lagi endurance, ya, daya tahan,” ucap Pak Kartiko berpesan pada para siswa. Beliau menegaskan pada peserta MPLS bahwa semakin mendekati kesulitan, yakinlah bahwa kesulitan-kesulitan itu mendekatkan pada kesuksesan. “Jangan sampai anda menjadi pecundang,” tutur Pak Kartiko, “Pada suatu kondisi kesulitan, lari, kesulitan, lari, nggak akan pernah maju anda,” terangnya. Beliau menganalogikan seperti ketika para siswa menempuh pendidikan atau sekolah, di akhir proses belajar pasti ada kesulitan akhir, yaitu ujian.

Pak Kartiko juga berterima kasih pada SMANAS. “Sekarang kita tidak bisa jika hanya ngomong pinter, tapi butuh karakter,” ungkapnya. Menurut beliau, sudah tepat untuk menjadi berkarakter dimulai dengan napak tilas sejarah kebesaran bangsa.

Tidak kalah semangat dengan Pak Kartiko, Pak Herman yang merupakan salah satu pendiri P2PUTN juga menyambut hangat. “Kalau usia P2PUTN 68, Pak Herman kebalikannya, 86,” ucap beliau. Beliau menjelasan sejarah singkat perjalanan SMANAS dari awalnya kecil hingga sekarang. “Terima kasih dan Puji Tuhan sekarang gedung SMA sudah memenuhi,” ungkap beliau semangat. Pak Herman berpesan agar para siswa mau melanjutkan perjuangan para pendahulu bangsa. “Kalian sebagai generasi penerus milenial harus terus mengembangkan negara ini,” pungkasnya.

Setelah sambutan tersebut, rombongan SMANAS bersalaman dan keliling gedung yayasan. Kemudian, rombangan melanjutkan perjalanan ke tujuan kedua, yaitu kampus II Institut Teknologi Nasional (ITN) di Jalan Karanglo.

Di ITN kampus II, rombongan SMANAS disambut di gedung Teknik Mesin. Para peserta MPLS mendengarkan penjelasan dari Pak Bambang Wedyantadji tentang proses masuk kuliah. Beliau juga menjelaskan beragam jurusan yang ada di ITN. Selain itu, beliau juga menjelaskan beasiswa bidik misi baik yang dari pemerintah maupun dari ITN. Menurut Kepala Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru (LPMB) itu, siswa SMANAS yang masuk ITN dan mendapat beasiswa memang memiliki nilai yang bagus. Pihaknya tentu akan memberikan kemudahan jika siswa SMANAS masuk ITN.

Setelah penjelasan dari Pak Bambang, Pak Aladin yang merupakan Ketua Program Studi Teknik Mesin, menyampaikan motivasi pada siswa. Pak Aladin meneriakkan kata-kata semangat sehingga para siswa yang awalnya mengantuk jadi membuka mata kembali. Dosen yang juga entrepreneur itu menjelaskan cara belajar menggunakan otak kanan dan otak kiri. Otak kanan cenderung menggunakan logika dan memori jangka panjang, sementara otak kiri cenderung lebih sistematis, langsung rumus, dan memori jangka pendek. “Pembelajaran yang dilakukan di sini juga menggunakan otak kanan,” tutur Pak Aladin. Selain itu, mereka juga akan diajarkan belajar menggunakan otak yang seimbang.

Dosen yang mengaku menyukai hipnosis itu sempat mengajak siswa melakukan games. Beliau mampu menebak tanggal lahir tiga siswa dan seorang guru menggunakan kertas yang berisi abjad dan angka. Setelah Pak Aladin memberi motivasi dan membangkitkan semangat siswa, Pak Teguh, salah satu staf LPMB mengajak siswa menyanyikan lagu Menunggu Kamu Anji. Setelah itu, Pak Aladin mengajak para peserta MPLS untuk berkeliling ke berbagai laboratorium yang ada di sana. Sambil berkeliling, beliau banyak menjelaskan fungsi alat-alat yang ada, juga hal-hal yang dipelajari di sana.

Pak Soni Syarifuddin sangat mendukung kegiatan MPLS semacam ini. “Acara seperti ini dapat membuat anak-anak lebih termotivasi untuk belajar, kuliah, dan mengenal dunia luar,” ungkap guru Kimia SMANAS. Respons baik juga didapatkan dari para siswa. Bayu, siswa baru SMANAS X IPS 2 mengaku puas. “Acaranya bagus, Bu, di ITN juga lancar dan memuaskan,” kata Bayu. Dia mengaku bahwa pengenalan alat-alat dan kegiatan yang dilakukan ketika kuliah dijelaskan dengan gamblang sehingga dia mudah memahami.

Sementara itu, Shella lebih tertarik dengan pemateri. “Saya suka waktu Pak Aladin memberi materi,” kata peserta MPLS itu. Menurut Shella, Pak Aladin dapat membuat para siswa jadi semangat. Pengenalan dan penjelasan mesin di sana bagi Shella sudah sangat jelas.

Respons positif juga datang dari guru Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Menurut Pak Muhammad Fikrul Muhtadin, kegiatan MPLS kali ini sangat edukatif untuk para siswa yang ingin melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi. “Banyak sekali informasi tentang jurusan-jurusan perkuliahan serta pengenalan tentang masing-masing jurusan tersebut,” terang mahasiswa Psikologi itu. Di sisi lain, Pak Fikrul menilai, acara MPLS dapat meriah dan berjalan lancar karena adanya panitia dan guru yang mendukung berjalannya acara. (bya)

Baca juga:

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Close Menu