PROFIL SMA NASIONAL MALANG

Profil Sekolah 1
Drs. Rusdi, M.Si.

Selayang Pandang

Website SMA Nasional Malang hadir untuk menjembatani tangan-tangan kreatif dan pemikiran konstruktif-inovatif dari para pemangku pendidikan di SMA Nasional Malang untuk menjadikan media ini sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pesan morel, transfer pengetahuan, berbagi pengalaman, dan membangun karakter semangat pantang menyerah yang sudah menjadi kultur di SMA Nasional Malang. Muara dari upaya ini adalah niatan ikhlas dari kami untuk berkontribusi positif dan selalu menhjadi penyebab kesuksesan orang lain.

Cikal bakal SMA Nasional Malang yaitu SMU Nasional. Sekolah ini didirikan pada tahun 1983 oleh Yayasan Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional. Saat itu, SMU Nasional berlokasi di dalam kampus Institut Teknologi Nasional (ITN) Jalan Bendungan Sigura-gura Barat, Kelurahan Sumbersari, Kecataman Lowokwaru. Saat ini, SMA Nasional Malang di bawah naungan yayasan yang sama dengan SMP Nasional, SMK Nasional, dan ITN. Kepala Sekolah SMA Nasional pertama yaitu Pak R.Gono. Saat itu, animo masyarakat cukup bagus. Siswa SMA Nasional berasal dari daerah Betek, Gasek, Sumbersari, Dinoyo, dan Ketawanggede.

Pada masa kepemimpinan Pak R.Gono, SMA Nasional berkembang cukup stabil. Jumlah rombongan belajar (rombel) mencapai sembilan kelas. Pak R. Gono memimpin SMA Nasional sampai 1992. Kemudian, digantikan oleh Bu Dra. Asdiati. Mulai 1993, kondisi SMA Nasional mulai menurun. Saat itu, jumlah rombel menjadi enam kelas.

Tahun 1995, ITN ingin mengembangkan gedung pascasarjana. Salah satu yang terkena dampak kebijakan tersebut adalah gedung SMA Nasional. Oleh karena itu, gedung SMA Nasional dipindahkan ke Jalan Sudanco Supriadi, di Kelurahan Bandung Rejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang.

Saat kepemimpinan Bu Asdiati, kondisi SMA Nasional menurun, berkurang satu rombel setiap tahun. Bahkan pernah ketika tahun pelajaran baru, siswa baru hanya tiga anak: dua siswa keluar dan satu siswa lain pindah sekolah. SMA Nasional hanya memiliki dua rombel, kelas XI dan XII. Kondisi ini berlangsung selama tiga tahun. Kondisi kepala sekolah yang sakit menambah terpuruknya sekolah. Sekolah dikendalikan Wakil Kepala Sekolah, Bu Sri Mulyani dengan kondisi hidup enggan mati pun tak mau.

Pada 2004, Bu Asdiati meninggal dunia. Kemudian, Pak Ahmad Ridwan diangkat untuk menggatikan Bu Asdiati sebagai Kepala SMA Nasional Malang. Di tahun kepemimpinan Pak Ridwan, respons masyarakat terhadap SMA Nasional Malang cukup bagus karena prestasi olahraga. Di tahun itu, SMA Nasional memiliki tim voli yang survive dan bisa bersaing di Malang Raya. Saat tahun pelajaran 2006/2007, jumlah romel naik menjadi enam rombel. Namun, pada tahun pelajaran 2007/2008, SMA Nasional mulai menurun lagi. Hal tersebut karena SMA Nasional jalan di tempat dan minim prestasi. Selain itu, juga karena kebijakan Pemkot menaikkan kuota sekolah negeri.

Pada 2008, tugas Pak Ridwan sebagai Kepala Sekolah berakhir. Akan tetapi, pada tahun yang sama, beliau diangkat lagi dengan masa jabatan empat tahun, yaitu sampai tahun pelajaran 2012/2013. Saat kepemimpinan Pak Ridwan yang kedua, sekolah mengalami penurunan. Kepercayaan masyarakat terhadap SMA Nasional semakin pudar. Bahkan asumsi masyarakat, SMA Nasional adalah sekolah buangan.

Tahun 2009, Pak Ridwan memberlakukan kebijakan sekolah gratis. Namun, strategi ini kontraproduktif. Animo masyarakat justru semakin turun. Label sekolah buangan semakin kental bahkan kualitas SMA Nasional di bawah standar, baik kuantitas maupun kuantitasnya. Puncaknya, tahun 2012, SMA Nasional hanya memiliki 14 siswa. Saat itu pula, masa kerja Pak Ridwan berakhir. Kemudian, yayasan menunjuk Drs. Rusdi, M.Si. untuk menjadi pengganti Pak Ridwan.

Sebelum menjabat sebagai Kepala SMA Nasinal Malang dan dengan melihat kondisi sekolah, Pak Rusdi meminta izin kepada ketua yayasan untuk keliling, studi banding ke sekolah lain terlebih dahulu. Awal Mei 2012, Pak Rusdi mengunjungi SMAK Santo Yusup Malang. Pilihan tersebut karena SMAK Santo Yusup memiliki banyak siswa dan banyak prestasi. Di antara yang dipelajari Pak Rusdi dari sana adalah sosialisasi kebijakan harus sampai grassroot dan seluruh warga sekolah harus dekat dengan agama.

Setelah ke SMAK Santo Yusup, Pak Rusdi melakukan kunjungan ke SMK Muhammadiyah 7 Kepanjen. Sebab, sekolah tersebut juga mengalami peningkatan drastis. Sekolah dengan jumlah siswa banyak mengindikasikan kepercayaan masyarakat. Di antara pelajaran yang diambil Pak Rusdi selama seminggu di sana adalah pelayanan dan performansi merupakan hal penting. Selain itu, pemimpin, guru, dan staf harus orang yang kompeeten dan profesional. Selain ke dua sekolah tersebut, Pak Rusdi juga mengunjungi SMA Al Azhar Jakarta. Di sana, beliau mendapat hal yang tidak dapat digantikan dengan uang, yakni sebuah keyakinan yang besar dan kejujuran.

Setelah kembali ke Malang, Pak Rusdi menyampaikan rencananya yang ekstrem, yaitu (1) ingin menaikkan SPP dari 65 ribu menjadi 200 ribu, (2) menaikkan uang gedung dari 500 ribu menjadi 2 juta, (3) hanya menerima rangking 1 – 10, dan (4) menegakkan kedisiplinan dan kualitas sumber daya manusia. Hal tersebut menimbulkan banyak pertentangan. Namun, Pak Rusdi yakin tetap menjalankan kebijakan tersebut. Pak Rusdi berkeliling mengunjungi SMP-SMP hingga hari ke-24 masa kepemimpinannya, untuk pertama kali beliau mendapat senyum dari satu guru. Sebab, beliau telah mendapat siswa yang cukup banyak.

Tahun pertama masa kepemimpinan Pak Rusdi, SMA Nasional medapat 57 siswa. Tahun kedua memperoleh 90 siswa serta mendapat akreditasi A, setelah sebelumnya akreditasi B. Kebahagiaan semakin dirasakan ketika SMA Nasional Malang dapat menjuarai lomba karya tlis ilmiah nasional. Jumlah siswa yag dimiliki terus meningkat setiap tahun, hingga saat ini memiliki 440 siswa.

SMA Nasional Malang

Lambang Lembaga SMA NASIONAL MALANG

Berdasarkan surat edaran Yayasan yanggal : 3 mei 1986 Nomor : 202 / YPUTN / E.6 / 862 / 1986 tentang perubahanlambang.

Arti dan Makna Lambang :

  1. Perisai segi lima beraturan, menyatakan bahwa :  Yayasan Pendidikan Umum dan Teknologi Nasional Malang berazaskan Pancasila dan Berdasarkan UUD 1945 dan berlambangkan tekad yayasan dalam melaksanakan cita-citanya.
  2.  Melambangkan kegiatan dalam membina dan membentuk manusia Indonesia seitiuhnya serta mengembangkan dan menyebarluaskan pengetahuan baik teori maupun praktek guna memajukan seluruh bangsa.
  3. Obor sebagai Lambang penyuluh bagi generasi muda dalam perjuangannya mencerdaskan bangsa.
  4. Ganesya sebagai Lambang Ilmu Pengetahuan, kepandaian, dan kebijaksanaan.
  5. Kilatan atau lidah api, susunan batu merah, roda gigi melambangkan Ilmu Pengetahuan dan teknologi.

Arti Warna :

  1. Merah: Berani / keberanian (api).
  2. Putih: Kebenaran dan kesucian.
  3. Kuning: Semangat hidup dan semangat kesempurnaan perjuangan.
  4. Biru     : Setia.
  5. Hitam  : Tanah / Kesadaran.

Semenjak diluncurkannya konsep Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah dalam sistem manajemen sekolah, Komite Sekolah sebagai organisasi mitra sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya turut serta mengembangkan pendidikan di sekolah. Kehadirannya tidak hanya sekedar sebagai stempel sekolah semata, khususnya dalam upaya memungut biaya dari orang tua siswa, namun lebih jauh Komite Sekolah harus dapat menjadi sebuah organisasi yang benar-benar dapat mewadahi dan menyalurkan aspirasi serta prakarsa dari masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di sekolah serta dapat menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di sekolah.

MARS SMA NASIONAL MALANG

Tak ‘kan menyerah selama
Kita bersama
Tak akan kalah
Jika s’lalu bersatu
Belajar bersama penuh suka cita
Demi masa depan kita

Maju, maju, maju…
SMA Nasional Malang di hatiku
Maju, maju, maju
Bergerak bersama untuk maju, maju…

Tak ‘kan menyerah selama
Kita bersama
Tak akan kalah
Jika s’lalu bersatu
Belajar bersama penuh suka cita
Demi masa depan kita

Maju maju maju
SMA Nasional Malang di hatiku
Maju maju maju
Bergerak bersama untuk maju maju maju maju…
SMA Nasionalku Kebanggaanku
Maju maju maju…
Bergerak bersama untuk maju maju…

Close Menu