Ramadan Berkah: Menjadi Muslim Kaya dan Mukmin Bahagia

Kegiatan pondok Ramadhan dengan tema Ramadhan Berkah dengan Moh. Anas Arifuddin, S.Pd., CH., C.Ht., CT., CM., CT., OSB., sang motivator hebat bagian II berjalan dengan penuh khidmat. Kali ini peserta training motivasi diikuti oleh siswa-siswi kelas XI. Keyakinan untuk mencapai kesuksesan berhasil menumbuhkan semangat dan antusias seluruh siswa-siswi SMANAS dalam mengikuti serangkaian acara.

“Mudah-mudahan tahun depan kalian masuk perguruan tinggi dan membuat orang tua berlinang air mata karena bangga,” ungkap Drs. Rusdi, M.Si. dalam sambutan beliau, Selasa (20/4). Pak Rusdi berpesan agar para siswa menghadiahi beliau dengan kebanggaan atas pencapaian dan kesuksesan para siswa. “Hadiahi saya dengan kesuksesan kalian,” pesan beliau.

Dalam acara training motivasi tersebut, Mas Anas menuangkan banyak inspirasi dari berbagai kisah kehidupan nyata, termasuk kisah beliau. Beliau bercerita bahwa beliau membutuhkan waktu sampai usia 26 tahun untuk bisa menemukan potensi dirinya. “Ambil jurusan yang sesuai potensi yang baik. Jangan seperti saya,” ungkap Mas Anas. Beliau juga menjelaskan perjalanan beliau hingga mendapat gelar yang panjang dan jatuh bangunnya hingga sekarang. Selain itu, beliau juga menegaskan agar para siswa berhasil menjadi muslim yang kaya dan mukmin bahagia, selaras dengan harapan sekolah. Untuk mencapai tujuan itu, Mas Anas memberikan kiat-kiat yang dapat dilakukan.

Di antara materi yang disampaikan adalah hal-hal yang dapat menjadi faktor kegagalan dalam hidup. “Salah pilih jurusan kuliah dan tidak mempunyai soft skill adalah hal yang menyebabkan kita gagal untuk mencapai impian kita,” tutur motivator andal tersebut. Selain itu, beliau menambahkan bahwa faktor kegagalan lainnya adalah tidak mengetahui potensi diri, kurangnya kemampuan berkomunikasi, gampang terpengaruh, kurang yakin dan fokus, serta tidak punya mindset sebagai pemenang. “Tidak ada kata lelah untuk berjuang karena sukses adalah milik seorang pemenang,” tambah Mas Anas berapi-api.

Selain itu, laki-laki yang lahir di Pasuruan tersebut memotivasi siswa-siswi SMANAS untuk mempersiapkan diri meraih kesuksesan. Mereka masih memiliki waktu satu tahun lagi dan menjadi kelas XII. Seperti halnya kegiatan sebelumnya, siswa-siswi SMANAS diberi terapi untuk menumbuhkan semangat dan menyegarkan pikiran mereka. Derai air mata tak dapat terelakkan mengalir membasahi pipi mereka. Mas Anas juga meminta siswa-siswi untuk mengingat seluruh kesalahan dan memohon maaf kepada teman sejawat beserta bapak dan ibu guru.

“Acara ini menarik karena memberikan motivasi dan pengetahuan luas tentang cara-cara menjadi orang sukses,” ucap Syahdania Putri Ramadani. Siswi XI Atlet tersebut juga menyatakan bahwa dia menjadi lebih semangat setelah mengikuti acara training motivasi. “Satu hal yang ingin saya perbaiki adalah latihan lebih sering untuk fisik dan untuk mempersiapkan diri ke angkatan laut,” tutur Syahdania penuh semangat.

Senada dengan Syahdania, Risma Indah Sari mengungkapkan bahwa acaranya menyenangkan dan keren. “Kegiatan pondok ramadhan di SMANAS ini lebih wow,” tutur siswi kelas XI IPA 2 tersebut. Risma menambahkan bahwa materi dari Mas Anas kreatif. “Cara penyampaiannya juga asyikdan gak monoton,” ucap Risma. Dia juga merasa lebih semangat lagi untuk belajar dan menggali potensi diri setelah mengikuti training motivasi.

Selain siswa-siswi SMANAS, respons positif juga datang dari bapak ibu guru. “Alhamdulillah, kegiatan Ramadan berkah ini sangat menyentuh hati bagi siswa-siswi beserta bapak ibu guru. Tampak seluruh siswa-siswi terharu dan termotivasi,” ungkap Mukarom, M.Pd. Beliau menyatakan bahwa dengan adanya acara motivasi, siswa-siswi bisa lebih terbuka dan melunakkan hati mereka. “Dengan begitu, saya berharap dapat terbentuk karakter yang lebih lembut, sopan, santun, dan bisa menghargai sesama, serta terbentuk akhlakul karimah,” harap guru Agama tersebut.

Ismi Nurianti, S.Pd. juga memiliki pendapat serupa. Beliau menyatakan bahwa di hari kedua ini, beliau tetap merasa terhipnotis melihat siswa dan motivator yang luar biasa hingga berderai air mata. “Semoga anak-anak bisa sukses dan dapat berubah menjadi lebih baik, serta bisa lebih menghormati orang tua,” ungkap guru Geografi tersebut.

Di sisi lain, Syffa Firdausyah Hani Putra mengaku, awalnya dia malas berangkat karena berpikir acaranya akan membosankan. Namun, setelah mengikuti acara, Syffa mengaku termotivasi. “Saya jadi belajar bahwa saya harus pantang menyerah, belajar tidak egois, dan fokus ke depan,” ujar siswa XI IPA 2 itu.

Kesan yang sama juga datang dari Rendi Bagus Setiawan. “Saya merasa lebih tenang dan bisa melepas semua keganjilan serta masalah,” tutur Rendi. Siswa XI IPS 1 tersebut bertekad akan berubah menjadi lebih baik, berbakti dan membantu orang tua, belajar salat tepat waktu, dan lebih giat dalam belajar. Selaras dengan Syffa dan Rendi, Afreno Bima Putra juga mengaku bahwa caranya asyik dan seru. “Saya jadi dapat semangat baru. Semoga nanti bisa sukses dalam segala hal,” ujar siswa XI Atlet itu.(hm/bya)

Baca Juga…

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Close Menu