We Are The Champion, Final SMANAS CUP 2020

Pertandingan sengit dilanjutkan oleh keempat tim dari SMPN 16 Malang, SMPN 10 Malang, MTs Al Hidayah Wajak, dan SMPN 1 Kalipare menuju babak final memperebutkan juara I, II, III, dan IV. Dalam persiapan menuju final, seluruh tim beristirahat sekaligus mengatur strategi dalam bertanding nantinya. “Melihat dari permainan di semifinal tadi, tampaknya SMPN 10 Malang akan menjadi pesaing 50:50 dengan siswa saya,” tutur Pak Rofi’ul Abrori, pelatih SMPN 16 Malang. Beliau juga menuturkan bahwa strategi yang paling penting untuk disiapkan adalah meminta seluruh siswanya bertanding secara kompak saat perebutan juara III melawan SMPN 10 Malang.

Pertandingan Perebutan Juara III

Usai penampilan dari seluruh peserta SMANAS Dance Competition, acara SMANAS Cup digelar kembali menuju babak final di pertandingan pertama. Trofi juara III diperebutkan oleh tim bola voli SMPN 10 Malang dan SMPN 16 Malang. Servis pertama yang dilayangkan oleh tim SMPN 10 Malang berhasil membawa tim tersebut ke atas angin.

Dengan dukungan dari seluruh supporter yang super heboh, tim SMPN 16 Malang berhasil mengejar ketertinggalan poin hingga selalu hampir menyamai poin tim SMPN 10 Malang dalam tiga set berturut-turut. Namun, tim SMPN 10 Malang juga cukup kuat dan konsisten dalam mempertahankan poin dan selalu unggul di seluruh set. Pertandingan yang sempat terkendala hujan di set ketiga itu berakhir dengan kemenangan SMPN 10 Malang dengan skor 3 : 0.

“Alhamdulillah, luar biasa kami bisa sejauh ini dan bisa meraih juara III dalam SMANAS Cup,” ungkap Wisnu Anggara, spiker SMPN 10 Malang yang duduk di bangku kelas IX. Di sisi lain, salah satu pemain yang juga merupakan kapten tim bola voli SMPN 16 menyatakan kekecewaannya karena hasil pertandingan tidak sesuai ekspektasi. “Sebenarnya senang karena bisa masuk final, tapi kecewa juga karena kalah,” ucap siswa yang  bercita-cita ingin masuk PROLIGA tersebut.

Selain itu, pelatih SMPN 16 Malang juga mengaku bahwa siswanya sudah sangat kelelahan dan kalah fisik karena sudah berjuang mati-matian hingga lima set di babak semifinal. “Tapi, semoga setelah ini mereka tetap bersemangat dan semakin giat latihan lagi,” ungkap Pak Rofi’ul.

Pertandingan Perebutan Juara I

Pertandingan berikutnya adalah babak penentuan bagi pemenang yang akan meraih juara I dan II, yakni antara SMPN 1 Kalipare melawan MTs Al-Hidayah yang telah berhasil membungkam lawan mereka di babak sebelumnya. Pertandingan epic antara kedua tim mengundang reaksi menghebohkan dari seluruh supporter yang mendukung kedua tim.

“Harapannya ya harus juara I,” ungkap Pak Ayub, orang tua sang libero SMPN 1 Kalipare. Dukungan juga disampaikan oleh Ibu Suli. “Semoga mereka semua bisa sukses ke depannya melalui pertandingan ini,” tuturnya.

Pertandingan berlangsung dengan mulus yang selalu membawa keunggulan pada tim SMPN 1 Kalipare. Pertahanan yang berusaha dilakukan oleh tim MTs Al Hidayah selalu berhasil diruntuhkan oleh kekuatan tim SMPN 1 Kalipare. “Saya sudah sampaikan kepada seluruh siswa saya bahwa sampai di juara II saja sudah sangat membanggakan melihat tim SMPN 1 Kalipare yang begitu kuat,” tutur Pak Askut, pelatih MTs Al Hidayah. Alhasil, SMPN 1 Kalipare berhasil unggul atas MTs Al-Hidayah dengan skor 3 : 0.

“Bahagia bisa berpotensi di sini dan bisa menjadi juara I,” ungkap M. Dani Syafi’i. Siswa yang duduk di bangku kelas VIII tersebut juga berharap bahwa tahun depan harus bermain lebih baik lagi melalui latihan yang lebih giat lagi.

Sementara itu, pelatih tim SMPN 1 Kalipare mengaku bangga anak-anak bimbingannya bisa terus berhasil meraih juara. “Saya sudah melatih anak-anak tersebut sejak mereka kelas 5 SD. Bahkan mereka sempat ikut Porseni saat SD,” ungkap Pak Gaguk. Beliau menuturkan bahwa seluruh siswanya bisa sampai di titik ini berkat usaha dan ketekunan mereka. “Kunci utamanya adalah disiplin dan tanggung jawab. Itu yang selalu saya tekankan paling utama saat melatih mereka,” tambah pembina klub MOGAS tersebut.

Di sela pertandingan, tim wasit PBVSI memberikan tanggapan. “Seluruh peserta yang sudah masuk babak semifinal ini merupakan yang terbaik. Mereka sudah memiliki skill dasar yang bagus meskipun ada beberapa yang perlu menambah wawasan tentang peraturan yang berlaku di lapangan,” terang Pak Nofan Saputra, salah satu tim wasit PBVSI cabang Malang.

Sementara itu, Pak Sigit yang juga salah satu tim wasit PBVSI mengapresiasi SMA Nasional Malang yang telah berhasil mengadakan event luar biasa dalam bidang voli. “Semoga SMANAS bisa lebih solid lagi untuk mengadakan kegiatan seperti ini,” ucap mahasiswa UM asal Madura tersebut. Selain itu, tim wasit kembar, yakni Pak Anjas dan Pak Bagas juga mengungkapkan kekagumannya terhadap acara SMANAS Cup. “Semoga bisa tetap mengadakan event ini dan lebih kreatif lagi di tahun depan,” pungkasnya.

Apel Penutupan dan Penyerahan Hadiah

Acara puncak dari SMANAS Cup 2020 adalah apel penutupan sekaligus pengumuman pemenang dance competition dan pertandingan bola voli beserta penyerahan hadiah. “Saya berharap dari acara SMANAS Cup bisa terlahir bibit pemain bola voli yang andal serta dari acara dance competition yang seluruh pesertanya begitu kompak, juga akan sukses di bidang seni,” tutur Drs. Rusdi, M.Si., Kepala SMANAS dalam apel penutupan sekaligus melanjutkan acara, yakni penyerahan hadiah.

Diiringi lagu We Are The Champion, MC apel penutupan SMANAS Cup 2020 membacakan satu persatu pemenang dari tim bola voli putra beserta dance competition. Selamat kepada keempat tim bola voli putra SMANAS Cup 2020.

  • Juara I diraih oleh SMPN 1 Kalipare dan berhasil membawa pulang piala bergilir, piala kejuaraan, sertifikat, paket hadiah dari Wardah dan Bank Jatim, dan uang pembinaan.
  • Juara II diraih oleh MTs Al-Hidayah Malang dan berhasil membawa pulang piala kejuaraan, sertifikat, paket hadiah dari Wardah dan Bank Jatim, dan uang pembinaan.
  • Juara III diraih oleh SMPN 10 Malang dan berhasil membawa pulang piala kejuaraan, sertifikat, paket hadiah dari Wardah dan bank Jatim, serta uang pembinaan.
  • Juara IV diraih oleh SMPN 16 Malang dan berhasil membawa pulang piala kejuaraan, sertifikat, paket hadiah dari Wardah dan Bank Jatim, serta uang pembinaan.
  • The Best Supporter pertama berhasil diraih oleh tim SMPN 16 Malang, sedangkan The Best Supporter kedua diraih oleh tim SMPN 10 Malang.(hm/apl/ftm//bya)

Baca Juga….

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Close Menu