100 Persen Hasil Negatif Screening Swab Antigen Puskesmas Janti dan Babinsa di SMANAS

Salah satu program Pemerintah Kota Malang, yakni screening swab antigen telah dilaksanakan di beberapa sekolah secara acak dan salah satunya di SMA Nasional Malang. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas Janti dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) pada Selasa (5/10) tersebut diikuti oleh 45 siswa  sebagai sampling dengan hasil negatif 100%. “Tujuan dari program ini adalah sebagai bentuk kesiapan sekolah-sekolah di Kota Malang khususnya di area Bandungrejosari untuk melakukan pembelajaran tatap muka dan memastikan tidak ada klaster-klaster lagi di sekolah,” tutur Sersan Mayor Daman Wihanto.

Beliau juga menambahkan bahwa sudah waktunya Kota Malang bangkit utamanya di bidang pendidikan karena selama kurang lebih dua tahun siswa-siswi tidak mendapatkan ilmu yang maksimal akibat pembelajaran secara online terus-menerus. “Mudah-mudahan seluruh siswa dan sivitas SMANAS khususnya selalu menaati protokol kesehatan,” harap Pak Daman.

Di sisi lain, salah satu tenaga kesehatan Puskesmas Janti juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program screening swab antigen. “Screening awal ini memang bagus karena semua akan terlacak di sini. Ketika hasilnya 100% negatif, maka sekolah sudah bisa melakukan tatap muka,” ungkap Pak Aulia Rahman Hakim, A.Md.Kep. Beliau menuturkan bahwa tim tenaga kesehatan (nakes) juga merasa dilema karena covid-19 berimbas ke segala aspek termasuk pendidikan. “Oleh karena itu, sangat penting tiga elemen yang meliputi guru, siswa, dan orang tua untuk saling bekerja sama dalam menaati prokes dengan sangat ketat,” tambah beliau tegas.

Tanggapan menggelitik disampaikan oleh salah satu siswi SMANAS setelah melakukan swab. “Awalnya nervous, tapi akhirnya tidak takut. Hanya saja sakitnya terasa sampai ke telinga,” ungkap Sella Dwi Jelita. Siswi kelas XII Bahasa tersebut mengaku sangat senang dengan program screening ini dan berharap seluruh siswa bisa masuk tatap muka.

Pendapat serupa juga dinyatakan oleh Miftaqul Fitriah Andini yang juga merupakan salah satu peserta swab antigen di SMANAS. “Awalnya saya pikir tes swab itu sakit, tetapi setelah saya melakukan tes itu, saya tidak merasakan sakit, cuma terasa geli dan agak perih membuat kita ingin menangis,” tutur siswi kelas X IPA 2 tersebut. Dia juga berharap bahwa melalui tes swab ini dapat membantu menghindari penyebaran virus covid-19 di SMANAS.

Kepala UKS SMANAS, Bu Nanik Mahiroh, S.Pd. juga sangat senang dengan program screening ini. “Karena kita bisa mengetahui siswa yang positif dan negatif. Tapi, Alhamdulillah hasil swab negatif semua,” tutur beliau. Guru bahasa Jerman tersebut menyatakan bahwa hasil negatif merupakan bukti bahwa siswa-siswi SMANAS sangat menaati prokes dengan ketat. “Saya berharap program seperti ini dilakukan secara berkala dan bisa diterapkan untuk seluruh siswa,” harap Bu Nanik Mahiroh.(hm//bya)

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Close Menu