Beramal Jariyah Menggunakan Gopek

“Seseorang tidak dianggap baik sebelum menyodaqohkan sesuatu yang paling disayangi,” kata Drs. Rusdi, M.Si. membuka sidang pleno penghitungan Manajemen Gopek (m-gopek) pada Rabu (10/10). Dalam kegiatan yang dilangsungkan di lapangan SMANAS tersebut, Pak Rusdi juga menyampaikan harapan, semoga shodaqoh gopek keluarga SMANAS dicatat sebagai amal jariyah. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, karyawan, dan mahasiswa Kajian Praktik Lapangan (KPL) Universitas Negeri Malang (UM).

Para peserta sidang pleno harus melaporkan hasil pengumpulan m-gopek selama periode Juli – September 2018. Semua ditarget mengumpulkan gopek sebanyak 50 koin. Setiap kelas melaporkan hasilnya, kemudian ada apresiasi berupa doa dan tepuk tangan. Dari delapan belas kelas, enam belas kelas tercatat memenuhi target. Sementara itu, dua kelas belum memenuhi target.

Tidak hanya para siswa, guru dan karyawan juga harus melaporkan pengumpulan m-gopek. Hasilnya pun melebihi target. “Guru harus bisa menjadi contoh untuk siswanya. Berdasarkan hasil penghitungan ini, jelas bahwa guru SMANAS patut dicontoh,” terang Pak Rusdi.

Setelah sidang pleno berakhir dan ditutup oleh Pak Rusdi, dibacakan siswa dengan pengumpulan gopek tertinggi. Siswa pertama dengan jumlah gopek tertinggi yaitu Merisa Rosi (XII Bahasa) dengan perolehan 269 koin. Urutan kedua meraih koin sebanyak 211 diperoleh siswa bernama Fangga Fadilah (XII IPS 1). Sementara itu, siswa ketiga meraih koin sebanyak 191 diperoleh siswa bernama Trio Nur Prawito (X IPA 1). Tiga siswa tersebut diberi piagam penghargaan. “Semoga tiga siswa tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk bershodaqoh,” ungkap Bu Ekalistyaningsih, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. (bya)

 

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Close Menu