Bahagia Penuh Haru di Hari Guru

“Siaaappp, graak…..!” pekik Pak Gilang selaku pemimpin upacara untuk menyambut Hari Guru nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November di Indonesia.

Seluruh guru SMANAS dengan gegap gempita bak mengulang masa sekolah kembali turun ke lapangan. Kegiatan Hari Guru di SMANAS sungguh unik. Para guru SMANAS bukan menjadi peserta upacara, melainkan terjun langsung sebagai petugas upacara.

Drs. Rusdi, M.Si. berlaku sebagai pembina upacara. Dalam upacara Hari Guru yang dilakukan lebih awal pada Kamis (21/11) ini, semua guru dan karyawan terlibat sebagai petugas. Sang protokol siap memandu jalannya upacara yang diisi oleh Bu Nanik Mahiroh, pemimpin upacara oleh Pak Gilang, jajaran pengibar bendera merah putih yaitu Pak Soni, Bu Ismi, dan Pak Arief, pemimpin pasukan diisi oleh Bu Novi, Bu Inna, dan Pak Mustafa.

Selain itu, Bu Titin bertugas sebagai pembawa teks Pancasila, pembacaan UUD 1945 oleh Bu Eka, pembacaan doa oleh Pak Mukarom, serta tim paduan suara nan kompak melantunkan suara indah mereka yakni Bu Dhea, Bu Yana, Bu Vivin, Bu Iis, Bu Nuri, Bu Lilik, Bu Susi, Bu Shanti, Bu Nanik, Pak Jari, dan Pak Budi yang didirigeni oleh Bu Fida.

Dalam amanatnya, sembari menyebut nama-nama guru dan karyawan SMANAS satu per satu, Pak Rusdi memberikan apresiasi yang luar biasa atas totalitas yang ditunjukkan oleh para guru dan karyawan. “Yang ada dalam pikiran Bapak Ibu guru hanya satu, yakni memikirkan bagaimana cara kalian untuk menjadi orang sukses,” terang Kepala SMANAS ini. Beliau juga membacakan catatan siswa-siswi SMANAS, salah satunya Man jadda wajada. “Saya menggambarkan seperti ini di benak siswa: Jika ada guru, maka di situlah sukses,” tambah beliau.

Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMANAS tersebut berlangsung dengan penuh khidmat.  “Bertugas menjadi danton di upacara Hari Guru ini merupakan pengalaman sangat baru bagi saya karena dulunya saat masih duduk di bangku sekolah, saya selalu ditugaskan menjadi pengibar bendera,” tutur Bu Novi, guru Biologi SMANAS.

Berbagai komentar dari beberapa siswa juga tidak terelakkan dengan para guru menjadi petugas upacara seperti halnya M. Sidqi Rozin R. kelas XII IPA 2 yang mengacungkan kedua jempolnya untuk para guru SMANAS. “Hebat dan luar biasa untuk bapak ibu guru semua,” seru siswa yang berasal dari Lombok ini. Serupa dengan M. Sidqi, Achmad Rizky dari kelas XII IPS 2 juga mengungkapkan rasa bangganya kepada seluruh bapak ibu guru yang menjadi petugas upacara. “Meski sedikit lucu, tapi keren banget bapak ibu guru semua,” ungkapnya.

Setelah upacara diskors oleh Pak Rusdi, beliau meminta semua siswa untuk salim sembari mengucapkan rasa terima kasih mereka kepada para guru SMANAS. Tangis pun pecah. Air mata mengaliri pipi para siswa SMANAS . “Sungguh terharu dikemas seperti ini, terutama pada saat salim. Kelas XII terlihat sangat butuh dan menghargai guru,” tutur Bu Evien selaku guru Matematika SMANAS. Selain itu, Bu Evien juga berdoa untuk kesuksesan seluruh siswa dan lembaga. Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Bu Inna yang menyatakan bahwa acaranya berjalan dengan baik serta membangun kebersamaan yang kental.

Usai seluruh siswa bersalam-salaman, lagu Kemesraan dilantunkan oleh Kharisma XII Bahasa. Dilanjutkan dengan penampilan dramatisasi puisi dari tim teater SMANAS di bawah binaan Pak Mustafa yang juga memeriahkan acara di hari yang semakin terik.

Menginjak acara inti di Hari Guru, seluruh tim paduan suara SMANAS mulai menyanyikan lagu Himne Guru dan Terima kasihku yang berhasil membuat suasana menjadi haru biru. Air mata tak terelakkan lagi ketika masing-masing guru mendapatkan kejutan dari anak walinya. Bukan bunga atau hadiah yang diberikan, melainkan rasa peduli serta kasih sayang yang mereka tawarkan begitu berharga. “Bukan masalah hadiah atau kado apa pun, tapi hadiah terbesar bagi kami adalah kesuksesan mereka kelak,” tutur Bu Dhea, salah satu guru Matematika SMANAS.

Acara dilanjutkan dengan penghitungan M-Gopek. Uniknya terdapat yel kelas yg mengiringi setiap presentasi seluruh siswa. Tak mau kalah dari para siswa, seluruh guru SMANAS juga berlenggak-lenggok ria untuk menunjukkan aksi yelnya. “Yo, yo ayo, M-Gopek yo, yo ayo,” para guru meneriakkan yel untuk memotivasi siswa bersedekah. Kami… Guru SMANAS… Satukan Semangat, Cerdas Bersama, Membangun Bangsa…!” pekik seluruh bapak ibu guru dalam meneriakkan jargonnya.

Acara penghitungan M-Gopek ditutup dengan pengumuman pemenang koin terbanyak yang diraih oleh Trio Nur Prawito (XI IPA 2) dengan 323 koin, Nur Aidin Arya Tama (X IPA 1) dengan 133 koin, Susilowati (XI IPA 1) dengan 131 koin, dan Ibu Vike dengan 800 koin yang merupakan donatur dari pihak luar sekolah.

“Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan sertifikat terus untuk perolehan M-Gopek. Semoga apa yang saya lakukan bisa bermanfaat juga untuk semuanya,” ungkap Trio yang merupakan pencinta basket ini.

Serangkaian acara ditutup dengan makan sehat bersama yang mengundang ribuan suka cita terpancar dari paras seluruh siswa. “Acaranya berkesan sekali. Di sini saya benar-benar merasakan rasa kasih sayang tulus dari seluruh bapak ibu guru,” tutur Fajri, siswa XII IPS 1. Hal tersebut juga didukung oleh Melati Nur Cahayati. “Acaranya meriah, meski sedikit mengecewakan karena lomba-lombanya tidak jadi dilaksanakan,” ungkap siswa X IPS 2 ini. Dia berharap akan ada lomba-lomba di acara selanjutnya sehingga bisa lebih meriah. Selain itu, Melati ingin di acara berikutnya, anak OSIS dapat lebih kreatif memeriahkan acara.

Harapan demi harapan juga disampaikan oleh siswa SMANAS dengan penuh semangat. Seperti halnya Amelia dari kelas X IPA 1 yang berharap bahwa guru-guru SMANAS semakin maju. Shela, X BAHASA, juga mengatakan bahwa semoga guru-guru SMANAS semakin kompak dan makin jos. Harapan lainnya juga datang dari April kelas XII Bahasa. Dia berharap guru-guru SMANAS juga semakin jaya. “Karena ini adalah event terakhir bagi kami kelas XII khususnya, maka kami sangat berharap guru-guru SMANAS bisa semakin keren dalam pembelajaran,” tambahnya.

“Harapan untuk guru SMANAS adalah semoga bisa meningkatkan kreativitas dan inovasi,” harap Bu Titin. Waka Humas SMANAS tersebut juga menuturkan bahwa kekuatan sekolah salah satunya ada pada kekompakan bapak ibu guru semua. Sementara itu, Bu Eka mengatakan bahwa Hari Guru ini bukanlah sekadar untuk guru saja, melainkan ini juga untuk seluruh siswa yang juga menjadi guru terbaik bagi guru dalam segala hal.(hm//bya)

Guruku….
Engkaulah pelita bangsa yang tak pernah mengenal lelah
Engkaulah sinar yang tak akan pernah padam menerangi dunia
Begitu banyak yang tak bisa diungkapkan selain ucapan terima kasih kepadamu
Guruku…..
Selamat Hari Guru ….

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Close Menu