HARI AYAH DI HARI RAYA

Oleh Akhmad Mustafa, S.S., S.Pd.

Jika di Indonesia mengenal hari ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, lantas apakah di Indonesia mengenal hari ayah, bapak, papa, atau sebutan orangtua laki-laki yang lain? Lantas, kalau ada, jatuh pada tanggal berapa?

Iya, pada umunya penanggalan di Indonesia tidak menyebutkan secara eksplisit mengenai hari ayah. Tapi, tahukah kalian, hari ayah sudah kita rayakan pada tiap tahunnya secara implisit? Bahkan tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di dunia, terutama kaum muslim.

Sering kita tanpa sadari, tetapi kita rayakan kalau hari ayah jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah. Iya, 10 Dzulhijjah atau sering kita kenal dengan hari raya Iduladha atau hari raya kurban. Lantas, apa hubungannya hari kurban dengan hari ayah? Bila kita cermati dan mengambil sudut pandang dari sisi lain, yaitu dari sisi sejarah lahirnya atau terciptanya hari kurban, maka akan dapat dikatakan kalau hari kurban bisa dikatakan sebagai hari ayah.

Masih ingatkah kalian mengenai asal-usul hari kurban? Jika kita ingat, maka akan ada tokoh dalam asal-usul tersebut. Iya, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS merupakan dua tokoh yang berperan dalam terciptanya hari kurban. Diriwayatkan Nabi Ibrahim AS merupakan nabi yang memiliki istri, namun sampai umur 80-an belum dikaruniai seorang anak.  Kemudian, Nabi Ibrahim AS berdoa.

Allah mengijabahi doa Nabi Ibrahim AS. Nabi Ibrahim mempunyai anak pada usia kurang lebih 85 tahun. Singkat cerita, suatu hari Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Mendapat mimpi tersebut, Nabi Ibrahim AS mendatangi putranya dan bercerita mengenai mimpinya. Nabi Ibrahim AS meminta pendapat mengenai mimpi tersebut kepada Nabi Ismail AS. Nabi Ismail AS menjawab untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Allah SWT. Ketika keduanya telah berserah diri dan Nabi Ibrahim AS membaringkan anaknya untuk disembelih. Kemudian, terdengar suara untuk menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba jantan.

Itulah kisah singkat mengenai asal-usul hari kurban. Ternyata, Allah SWT menguji diri Nabi Ibrahim AS. Betapa beratnya bagi seorang ayah yang lama menunggu kehadiran seorang anak, namun ketika mendapatkan seorang anak, tidak lama kemudian harus rela untuk kehilangan. Sungguh, kasih sayang Nabi Ibrahim AS terhadap anaknya, Nabi Ismail AS diuji oleh Allah. Pengorbanan yang sangat besar bagi Nabi Ibrahim. Pengorbanan seorang ayah terhadap keluarganya dan Tuhannya.

 

(Penulis adalah pengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA Nasional Malang dan aktif di bidang Teater.)

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Close Menu