Pencak Silat SMANAS Berlaga, Pulang Panen Piala

SMANAS tak henti dihinggapi segudang prestasi. Di awal Februari 2020, SMANAS berhasil menggondol juara dalam acara National Open Tournament Pencak Silat of Batu National Championship I 2020. Tak tanggung-tanggung, dikirimnya total 5 delegasi untuk mewakili SMANAS, alhasil lima siswa tersebut berhasil membawa pulang lima piala pula.

Salah satu tim pencak silat dari SMANAS yang berlaga pada Jumat-Sabtu (1-2/2) dan berhasil meraih juara I, yaitu Nurusy Syahid Sirrul Mukmin. Laki-laki dari kelas XI IPA 2 ini mengikuti kompetisi Batu National championship I 2020 atas info dari para temannya sesama pencak silat. Dia merasa sangat senang karena berhasil meraih hasil yang memuaskan, dan mendapatkan juara yang dia harapkan. Dia menceritakan banyak pengalaman selama melaksanakan pertandingan, dan banyak sekali keunikan dari acara ini. “Pada acara ini yang meng-official-i yaitu para kumpulan pencak silat se-Kab. Malang, dan itu dibebaskan siapa saja boleh menjadi official,” ujar Sirrul. Dia juga menjelaskan, di sana mereka saling bekerja sama, saling membantu mempersiapkan kompetisi, juga ketika telah selesai bertanding ataupun berkompetisi.

Namun, di balik semua itu ada banyak kendala yang dihadapi sedari latihan sampai pertandingan berlangsung. “Banyak sekali kendalanya, salah satunya ketika latihan, teman-teman waktu diajak latihan kurang semangat, dan saat pertandingan kurang adanya kedisiplinan,” ucap sang juara tersebut. Walau begitu, Sirrul mempunyai harapan yang sangat tinggi ke depannya. “Saya berharap, untuk kompetisi selanjutnya bisa menambah personil, dan membanjiri prestasi baru kepada SMANAS dari pencak silat, dan saya berharap pihak sekolah menyediakan alat-alat untuk kami latihan, supaya kami lebih semangat untuk berlatih sebelum menghadapi sebuah pertandingan,” ujarnya.

Seperti halnya Sirrul, Trio Nur Prawito yang berhasil meraih juara III di kompetisi tersebut merasa senang akan perjuangannya membuahkan sebuah hasil yang memuaskan. Laki-laki yang kerap dipanggil Trio ini juga menyebutkan apa saja kendala selama sebelum pertandingan hingga pertandingan berlangsung. “Sebelum kompetisi kurangnya waktu untuk latihan, kurang disiplin, kurangnya alat-alat latihan. Sedangkan selama kompetisi, saya kurang percaya diri dan kurang yakin,” terangnya. Namun, laki-laki yang memiliki hobi bermain basket ini juga mempunyai banyak harapan untuk ke depan. “Target saya bisa mengikuti event lagi di tingkat international,” ujarnya. Trio bertekad akan terus latihan dan berjuang. “Karena kita memiliki semboyan, yaitu lebih baik mandi keringat di dalam latihan daripada mandi darah di dalam pertandingan,” ungkap Trio. Dia juga berharap agar bisa mendapat juara lagi dan menjadi yang lebih baik lagi. “Sesuai dengan semboyan perisai diri: KALAH? YO LATIHAN MANEH,” begitu ujar siswa kelas XI IPA 2 tersebut.

Berbeda dengan Sirrul dan Trio, Shella Ferbrianti, satu-satunya siswi SMANAS dalam Kejuaraan Pencak Silat tingkat Nasional mengaku bahwa salah satu motivatornya adalah salah satu kakak tingkat yang dia juluki “Kang Sirrul”. “Karena Kang Sirrul juga yang melatih saya sampai mendapat juara II dan pelatih yang kalau marah nakutin seperti hantu,” pungkas siswi yang sudah menggeluti dunia pencak silat selama 4 tahun tersebut.

Uniknya, Shella menuturkan bahwa dia tidak menyangka akan langsung menyandang juara II dalam kompetisi itu. “Karena sudah 4 tahun saya ikut silat, tapi saya belum berani ikut lomba,” terangnya. Siswi kelas X IPS 2 tersebut merasa bersyukur karena dalam pengalaman ikut kompetisi perdananya, dia bisa langsung membawa pulang piala. “Alhamdulillah, semua orang juga banyak yang gak nyangka, bahkan pelatih saya juga gak nyangka,” tambahnya.

Pastinya seluruh keluarga besar SMANAS bersyukur dan merasa bangga atas 5 prestasi yang diborong sekaligus. Salah satunya adalah Bu Eka yang menerangkan bahwa kemenangan yang telah diraih ini merupakan sebuah kejutan. “Pasalnya, dari 5 personil yang dikirimkan, yang biasa tanding hanya 2 orang, sedangkan 3 di antaranya tidak begitu kelihatan kalau mereka menekuni silat,” ujar Waka Kesiswaan tersebut. Namun, Bu Eka bersyukur Alhamdulillah ternyata lima personil yang berangkat berhasil membawa pulang juara semua. Ungkapan terima kasih juga dituturkan beliau khususnya kepada Bapak M. Sokib, pembina ekstrakurikuler pencak silat SMANAS karena sudah melahirkan atlet-atlet pencak silat. “Semoga kemenangan ini memicu semangat SMANAS untuk selalu haus prestasi,” harap guru Bahasa Indonesia tersebut.

Berikut adalah daftar 5 juara yang berhasil dipanen oleh 5 atlet pencak silat andalan SMANAS.

  1. Juara I atas nama Andri Purwanto (XII IPS 3) Kategori Kelas C Remaja
  2. Juara I atas nama Nurusy Syahid S.M. (XI IPA 2) Kategori Kelas B Remaja
  3. Juara II atas nama Shella Ferbrianti (X IPS 2) Kategori Kelas Seni
  4. Juara III atas nama Ahmad Riski (XI IPS 1) Kategori Kelas C Pra-Remaja
  5. Juara III atas nama Trio Nur Prawito (XI IPA 2) Kategori Kelas K Pra-Remaja

Selamat kepada semua pemenang dan semoga selalu berprestasi serta menginspirasi. (hm//bya)

Share this post

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on linkedin
Share on print
Share on email

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Close Menu